Repost by: AlFaruq’s Blog
Sumber Channel Telegram: tafsirquran_abufairuz
Tafsir Ibnu Katsir:
Sambungan Tafsir al-Fatihah
Kita lanjutkan dari penjelasan Imam Ibnu Katsir rohimahulloh ttg masalah kalimat alhamdulillah, beliau mengatakan bahawasanya rosululloh sallallahu alaihi wasallam menyampaikan hadith kpd mrk: ‘sesungguhnya ada seorg hamba dari hamba2 Allah yg mengatakan Wahai Robbku, hanya milikMu lah segala pujian sebagaimana yg selayaknya utk keagungan wajahMu dan keagungan kekuasaanMu. Maka kalimat2 tadi menyusahkan kedua malaikat. Kedua malaikat tadi tidak tahu bgmna harus menulis amalan yg semacam ini. Lalu keduanya naik lalu berkata: Wahai Robb kami, sesungguhnya ada seorg hamba yg mengucapkan suatu perkataan yg kami tidak tahu bgmn menulisnya. Allah bertanya (sementara Dia yg lebih tahu): Apa yg diucapkan oleh hambaKu? Kedua malaikat mengatakan; sesungguhnya dia mengatakan, ‘Wahai Robbku hanya milikMu lah segala pujian yg sesuai dgn keharusan dan kelayakan utk keagungan wajahMu dan kebesaran kekuasaanMu. Agungnya wajahMu dan besarnya kekukuasaanMu’. Lalu Allah berfirman kpd kedua malaikat tadi: “tulislah kalian berdua spt yg diucapkan oleh hambaKu sampai dia berjumpa dgnKu lalu Aku akan memberikan pahala kpdnya dgn sebab ucapan tadi.” Hadith ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan disebutkan dlm catatan kakinya di dlm sanadnya ada Qudamah bin Ibrohim dan Sodaqoh bin Basyir. Kedua2nya adalah majhul, sementara rowi2 yg lain tsiqoh. Syeikh Albani mendhoifkan sanadnya.
Ini contah2 zikir. Yg sohih kita ambil, yg tidak sohih kita tinggalkan. Yg sohih pun byk sekali yg belum kita kerjakan. Al-Qurthubi menukilkan dari sekelompok org yg mengatakan: ‘ucapan hamba yg mengatakan alhamdulillahi robbil alamin, segala pujian adalah milik Allah, penguasa alam semesta itu lebih utama dari ucapan dia laailahaillallah, tiada sesembahan yg benar kecuali Allah’. Kenapa? Kerana ucapan alhamdulillahi robbil alaminin mencakupi tauhid dan pujian. Jadi ada tauhid dlm alhamdulillahi robbil alaminin. Ini kata mrk, tp tentunya ini hanya akan diketahui oleh org2 yg ilmunya sgt mendalam. Org awam, ucapan laailahaillallahsaja tidak menghalangi dia dari syirik, apa lg ucapan alhamdulillahi. Dia tidak akan faham bahawasanya di situ ada kewajiban utk menyenbah hanya kpd Allah. Mmg kalau diteliti ucapan alhamdulillah mmg akan membawa konsekuensi laailahaillallah, krn alhamdulillah sebagaimana ucapan Ibnu Katsir ini mengandungi segala pengakuan kesempurnaan utk Allah. Termasuk sifat kesempurnaan adalah sifat uluhiyah, bererti yg lain tidak layak utk disembah. Hanya Allah lah yg layak, krn Dia yg sempurna sifat uluhiyahnya.
Sekelompok yg lain mengatakan laailahaillallah itu lebih utama, krn kalimat laailahaillallah memisahkan antara keimanan dan kekufuran, dan di atas kalimat inilah manusia itu diperangi oleh Allah, rosul dan juga malaikat, sampai mrk mahu mengucapkan laailahaillallah. Sebagaimana itu tlh pasti di dlm hadith yg disepakati iaitu Bukhori Muslim, hadith milik Umar dll. Dan dlm hadith yg lain ucapanku dan ucapan para nabi sebelumku yg plg utama adalah laailahaillallah wahdahu laasyarikalah. Disebutkan dlm catatan kaki di sini ada rowi Abu Ibrohim al-Ansori, dia tidak kuat (sendirian) wp begitu boleh digunakan sebagai pendukung. Diriwayatkan oleh Imam Malik dr jalur yg lain dan al-Baihaqi setelah meriwayatkan itu mengatakan ini mursal. Dan ini dihasankan oleh Syeikh Albani dlm as-Sohihah dan mendtgkan pendukung2nya. Jadi kesimpulannya hadith ‘afdholu zikr’ adalah laailahaillallah kesimpulannya adalah tsabit. Tsabit itu maksudnya boleh hasan, boleh sahih. Tp tidak sendirian. Harus diperkuat oleh dalil2 lain.
Dan tlh berlalu hadith dr Jabir, kata rosululloh sallallahu alaihi wasallam: zikir yg paling utama adalah laailahaillallah dan doa yg plg utama adalah alhamdulillah. Dihasankan oleh Tirmidzi.
Sekarang masuk kpd al-nya itu, dari alhamdu. ‘Al’nya itu adalah istigroqiyah, mencakup segala jenis pujian (terkait dgn zat, nama dan sifatnya dan terkait juga dgn perbuatan2nya. Ini juga disebutkan oleh Imam Ibnu Qoyyim. Sebagaimana dtg dlm hadith: Ya Allah, hanya milikMu lah segala pujian seluruhnya, dan hanya milikMu lah segala kekuasaan semuanya, dan di tgnMu lah kebaikan seluruhnya, dan hanya kpdMu lah semua urusan itu dikembalikan.’ Disebutkan dlm catatan kaki, hadith ini sanadnya dhoif, krn ada tabiin yg tidak dikenal iaitu Mubham tp dalil yg dipakai oleh Ibnu Qoyyim cukup. Pujian kpd Allah itu adalah sempurna dn mencakup segalanya. Maka jgn heran bila seorg itu mengucapkan zikir sekali sahaja alhamdulillah, itu memunuhi timbangan. Bagus sekali kalau kita mampu berzikir byk2 alhamdulilllah yg menjadikan timbangan itu penuh. Makanya subhanallahi wabihamdih subhanallahil adzim itu 2 kalimat yg berat di dlm timbangan. Makanya disebutkan oleh Imam Ibnu Qoyyim berdasarkan hadith tadi dan kelanjutannya subhanallah walhamdulillah memenuhi ruangan antara langit dan bumi. Beliau mengatakan jika subhanallah walhamdulillah dibuat jadi jasad maka dia akan memenuhi seluruh ruiangan antara langit dan bumi. Pahalanya sgt besar. Kemudian beliau mengatakan di sini: ‘yg namanya Robb adalah al-Malik Yang Menguasai, Sang Penguasa, Sang Pengendali iaitu Si Pentadbir, secara Bahasa dia boleh utk Sayed (Tuan), Pemilik, dan juga ar-Robb ini digunakan secara Bahasa utk org yg menjadi pengelola atau pengatur utk perbaikan. Dan itu semua benar utk hak Allah taala, krn dia yg memberikan rezrki dan mengatur rezeki, awal sampai akhir, dari yg plg kicil sampai yg plg besar. Sampai titisan air hujan dan seterusnya. Bahkan Dia yg mengatur titisan air mata. Brp byk org ingin menangis tidak muncul2 air matanya. Brp byk org ingin berhenti menangis ternyata air matanya masih terus mengalir. Setiap titis air mata, Allah lah yg mengaturnya.
Toyyib. Kelanjutannya besok insya Allah. Wallahu’alam.
No comments:
Write komentar